Berwisata ke Malang gak lengkap rasanya kalau belum beli oleh – oleh. Hmmm, sepertinya sih gak hanya berwisata di Malang, tapi setiap berkunjung ke suatu tempat oleh – oleh adalah hal wajib yang  gak bisa ditinggalkan. Selain update foto di sosial media oleh – oleh juga bisa menjadi sarana eksistensi di kalangan teman – teman. Hah kok bisa ? Jadi, begini ceritanya…. Kalau kita pulang berwisata dan menceritakan pengalaman kita ke keluarga atau teman terdekat supaya ikut merasakan sensasi berwisata kan enak sambil ngemil. Mau cerita pengalaman petik apel sampai di olah jadi makanan dan minuman di Malang sambil menyuguhkan keripik apel dan minuman sari apel kan lebih enaaak dan teman bicara juga bisa merasakan keseruan liburan kita. Sebelum semakin melantur marilah topik ini kita kembalikan pada pencarian oleh – oleh… hehe.
            Kalian suka sebel ga sih ketika belanja oleh – oleh tapi di toko yang kalian temui cuma itu – itu aja, pilihannya gak banyak. Misal nih mau beli jajanan khas Malang yang super berbagai jenis tapi di kios yang kalian temui hanya menjual dua atau tiga macam sedangkan waktu kalian terbatas. Mau cari kios yang lain takut ga cukup waktu. Mau beli yang ada di situ gak  lengkap. Disitu saya merasa ingin berkata jahat.
            Tapi kalau kalian ke Malang jangan khawatir ada tempat yang aku mau rekomendasikan ke kalian yaitu Toko Pia Cap mangkok. Looh disitu emang jualan oleh – oleh khas Malang ? Dari namanya aja sepertinya cuma jualan pia. Eiiiits jangan berburuk sangka dulu wahai pembaca budiman yang nyasar ke blog saya. Awalnya aku juga nyangka di sana cuman jualan pia, soalnya apa yang di jual gak keliatan dari depan karena terhalang pintu kaca, hehe. Yahhh mahasiswa setengah rantau sih ga pernah masuk kesitu, takut salah masuk wkwkwk. Karena kejadian tak terduga akhirnya bisa masuk kesana dan terbitlah review ini (meskipun telat berminggu – minggu karena sibuk dilanda produksi. huft)
            Lokasi dari Pia Cap Mangkok ini di Jalan Semeru. Tempatnya di seberang jalan raya jadi gak sulit untuk di temukan. Ada logonya Pia Cap Mangkok Istimewa di depan tokonya, itulo yang bulet terus ada tulisan cina mungkin ya di dalemnya. Kalau kesini juga ga perlu bingung karena di zaman now ini sudah ada gojek sebagai penolong di tempat baru. Tapi kan ga selamanya kuota kita penuh dan gak di semua tempat sinyal hp kita lancar. Maka dari itu kita bisa memanfaatkan angkutan umum yang ada di Malang. Angkot yang melewati Jalan Semeru adalah AL, AT, ADL dan GL/HL (sumber : https://mediacenter.malangkota.go.id).
            Pertama masuk ke toko ini tuh nyaman dan tenang gitu. Mungkin karena di dominasi oleh warna cokelat. Di sudut jalan masuk ada es potong Singapore dan es dawet ayu segar, es dawetnya bisa diminum di tempat atau di bawa pulang. Di sebelahnya ada kursi yang nyaman, bisa buat nikmatin es dawet, duduk – duduk setelah belanja atau cuman nungguin orang belanja aja. Tempatnya tepat di depan kasir. Masuk lagi dikit disitulah semua oleh – oleh bersemayam. Surga wisata oleh – oleh jajanan. Semua jajanan khas berjajar rapi di etalase dan meja. Rasanya mereka manggil – manggil pengen di masukin keranjang.
            Kalau menurutku disini tuh kayak one stop shopping. Semua olahan khas Malang ada di sini. Dari keripik tempe, berbagai jenis keripik buah, pia, malang strudel, wingko, permen, jajanan tradisional, dan yang pasti olahan pia cap mangkok yang terkenal (aku sempilin foto harganya di bawah yaa), pokoknya semua olahan makanan dan minuman khas Malang ada di sini. Kopi Dampit juga ada disini jadi gaperlu jauh – jauh ke dampit buat beli bubuk kopinya. Bahkan, di sudut belakang ada bagian khusus yang menjual souvenir dari pakaian, kain, tas, bantal, gelang, kalung, segala macam souvenir ada deh. Tinggal angkut ke keranjang.
            Setiap tempat pasti ada kelebihan dan kekurangan. Ini masih menurut pendapatku pribadi sesuai pengalaman yang kemaren. Di sini aku ngerasain susah sinyal internet pake kartu indos*t, karena aku kesana dalam rangka berburu titipan sodara jadi susah mau ngehubungin mereka. FYI, kan aku ke sini berdua, dia juga pake kartu yang sama dan sama – sama gak ada sinyal. Mungkin ini adalah sebuah pertanda bahwa kita harus khusyuk dalam berbelanja (halah). Kekurangan yang kedua yaitu harganya cukup mahal. Ehh tapi mahal dan murah itu relatif kan yaa, kalau aku pribadi cukup mahal nih buat kantong mahasiswa. Tapi karena waktu itu titipan, yaaa biarin lah yaa. Overall, tempat ini recommended buat yang mau cari oleh – oleh di Malang.

            Seperti biasa, foto – fotonya aku sempilin di bawah yaa. Selamat berbelanjaaa dan semoga artikel ini membantu. 

daftar harga pia mangkok bulan februari 2018

pastrynyaa

apple strudel neeh

ada wingko juga loh

kerupuk kerupuk

ada makanan khas daerah lain juga

jangan bingung, pilihannya banyak

souvenir corner

souvenirnya cantik cantik ya

ngopii woyy ngopiiii

jajanan tradisional juga ada loh

apa yang ga ada cobak ?

pengen masukin ke keranjang deeh

dipilih dipilih

ada aneka esnya juga

tempat tunggunya nyaman ya

ada es potong singapore dan es dawet ayu juga loo


daftar titipan belanjaan kemaren

    Yosssh,, haloo semua semua pembaca, kalau travelling ke suatu tempat apa sih yang jadi tujuan utama kalian selain tempat wisatanya ? Belanja atau Kulineran ? Kalau aku nih, paling doyan sama kulineran selain hobby makan menurutku makanan yang khas dan unik dari suatu tempat itu bikin nambah kesan dari suatu tempat. Selain itu, cita rasa setiap daerah juga berbeda - beda. Sebenernya ini sih bukan pengalaman saat travelling di suatu tempat karena Malang - Batu itu lumayan deket lah. Jadi dari dulu aku pingin banget nyobain salah satu jajanan di Batu yang udah melegenda yaitu ketan di Pos Ketan Legenda 1967. Meskipun sudah sering ke Batu tapi belum pernah dapet kesempatan buat icip jajanan yang satu ini.
    Nah karena saat itu hari ujian jadi pulang cepet dan ujian buat besok itu praktek yang sudah selesai 2 minggu sebelumnya dan take home yang sudah selesai juga (lagi jadi anak rajin ceritanya). Alhasil siang udah di kosan dan ga ada kerjaan apa - apa. Liat drama korea udah finish. Tiduran terus kok pusing. Hmmm, bosen kan. Dari Luar anak - anak merencanakan mau ke Batu buat jalan - jalan, yakali mereka mau triple date, kan gaenak mau ikut (naseb jombs, tapi bukan jones ya), akhirnya aku putuskan segera mandi dan perge ke sekretariat UKM SINEDEK, (Unit Kegiatan Mahasiswa Sineas Merdeka) kapan - kapan aku ceritain ukm sinedek.
    Untungnya di UKM banyak anak dan ga merasa kesepian. Tapi karena ini bulan produksi jadi beberapa mau rapat khususnya tim promosi, wah ditinggal rapat lagi, karena aku bukan di tim ini. Kesepian lagi. Ketika buka hp dapat chat dari Tata dia bilang mau kesini, mayanlah jadi pengobat sepi. Singkat cerita Tata dateng dan karena sama - sama ga tau mau ngapain kita memutuskan untuk ke Pos Ketan Legenda 1967 di Batu.
    Pos Ketan Legenda sendiri udah punya beberapa cabang, pertama yang paling deket kalau dari Malang di Jalan Pattimura, Batu. Daripada ke alun - alun mending disini lebih deket. Waktu itu aku sama Tata udah terlibat diskusi mau makan di sini apa yang di deket alun - alun. Kata Tata disini aja, oke berbeloklah kita ke sana udah hampir sampai tempat parkir sama bapak parkirnya udah di teriakin juga, mendadak Tata bilang kalau di sana sepi dan kita bermanuver 180 derajat ke arah jalan raya menuju alun - alun. Beneran deh salah satu pengalaman yang cukup memalukan. Betapa jahatnya kita, sambil menyesali perbuatan konyol dan jahat itu di jalan. Sampailah kita di alun - alun Batu. Setelah parkir sepeda motor berjalanlah kita ke Pos Ketan Legenda 1967. Karena tempat kita parkir dan lokasinya lumayan jauh, kita parkir di deket jalan masuk kemudian melanjutkan ke kedainya dengan jalan kaki.
    Seperti yang sudah kuduga kedai kecil ini penuh orang huhu. Kita dapat antrian 197. Kita bagi tugas, Tata yang antri dan aku yang cari meja. Hmmm susahnya cari meja, sampe ke toko sebrang, dan ternyata ga boleh. Kita muter lagi, ngawasin pengunjung, beruntungnya di salah satu meja ada yang keluar. Yipiii ternyata ga perlu menunggu terlalu lama ketan sudah tersaji di meja. Aku pesan Ketan coklat keju seharga 9000 rupiah aja dan Tata pesan ketan black and white dengan harga yang sama, kalo ketan black and white isinya ketan, tape ketan sama susu gitu. Kalo aku kurang suka sama varian ini soalnya tapenya itu asem, aku lebih suka tape ketan yang manis. Untuk harga disini bersahabat sama kantong mahasiswa. Yang main ke Batu jangan lupa mampir sini yaa. See you on next story. Sedikit foto aku sempilin di bawah ya.

antrian 197 wkwkwk


sumpaaah nagih banget ini.
     Halo guys, siapa sih yang ga kenal Malang, Kota terbesar kedua di Jawa Timur. Kalau mendengar Kota Malang apasih yang ada dibenak kalian ? Apel ? Kampung warna warni yang lagi hitz ? Atau pantainya? Oke, kali ini aku ga bahas hal itu. Aku mau bahas Museum Bentoel. Bentoel, pasti ga asing kan di telinga kalian. Ya iyalah ga asing, Bentoel grup adalah salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia.
    Jadi beberapa hari yang lalu aku sama temenku sebut saja Mas Ricky jalan - jalan ke Museum Bentoel. Sebenernya museum ini ga jauh kok dari alun - alun Malang, hanya saja kita (lebih tepatnya, aku) yang ga paham baca google maps wkwkwk. Alhasil kita harus muter muter dulu. Yah, menurutku pribadi jalan di Malang itu sedikit ruwet buat pendatang.  Museum Bentoel ini berlokasi di jalan Wiromargo, kalau dari Alun - Alun Merdeka lewat Jalan Merdeka Timur lurus ke arah Jalan S.W Pranoto, lurus lagi ke arah Jalan Sutan Syahrir habis itu akan ada perempatan yang ga sebesar sebelumnya. Disini yang bikin bingung, di jalan sebelah kiri perempatan ada rambu dilarang belok kiri, padahal Jalan Wiromargo di situ dan hal inilah yang membuat tragedi muter - muter itu terjadi hahaha xD. Setelah 2 kali putaran, kita memutuskan untuk menerobos rambu itu dengan perasaan was - was (ya jelas kita ngelanggar peraturan, tapi kalo ada yang ngingetin pasti puter balik). Kita pelan - pelan naik motornya dan yuhuuuuuuu sampailah di tempat tujuan, Museum Bentoel.
   Kita sampai disana itu kira - kira pukul 15.30 dan dari informasi di google Museum Bentoel hari itu tutup jam 16.00. Hmmm syedih kan, tapi gapapalah masih ada 30 menit kaan. Oh iya lupa ngasih tau nih, kita kesana hari Senin tanggal 8 Januari. Di Museum Bentoel ga ada tulisannya parkir motor jadi kita rada kebingungan nih harus parkir dimana. Akhirnya, kita parkir deket pos satpam di sebelah gerbang masuk. Sebelum masuk kita harus isi daftar hadir dulu di pos satpam. Naaaaah time to menjelajah Museum Bentoel....
   Museum ini terdiri dari 2 bangunan yang dipisahkan oleh taman - taman yang rapi dan bersih. Bangunan utama bentuknya seperti rumah lama yang tinggi dengan daun pintu yang tinggi pula. Di teras ada patung kepala pendirinya, Ong Hok Liong dan informasi jam operasional Museum Bentoel. Museum ini beroperasi hari Rabu - Senin, jadi jangan ke sini hari Selasa ya kalau ga mau kecewa. Museum ini di buka mulai pukul 10.00 - 16.00. Di ruang pertama ini cukup luas, mungkin dulunya itu adalah ruang tamu. Di dindingnya dihiasi foto petinggi pabrik rokok Bentoel, di sisi yang lain ada perkembangan pabrik Bentoel sejak didirakan dan sejarah singkatnya. Di ruang ini juga dihiasi dengan meja, kursi dan barang barang antik. Yang paling aku suka adalah pintu kunonya, bisa buat foto - foto, keren banget pokonya kalau buat foto dengan tema vintage. Selain itu, ada jendela besar yang di buka lebar lebar menghadap taman.

   Bagian ini tersambung dengan bagian tengah. Ada beberapa kursi panjang di sini, pengunjung yang kelelahan bisa beristirahat di sini. Foto - foto zaman dahulu tergantung di dinding - dinding Museum. Tempat ini memisahkan 2 ruangan di depan dan di batasi sekat ke area belakang. 2 ruang kiri dan kanan merupakan galeri foto dan galeri tembakau dan cengkeh.
   Di galeri foto banyak foto iklan dan operasional pabrik. Ada 1 foto yang sangat besar memenuhi dinding. Foto ini memperlihatkan penjual rokok bentoel yang dikerumuni masyarakat pria dan wanita. Di galeri foto ini juga banyak spot foto yang bagus buat instagrammu.
    Di ruang depannya yaitu Galeri cengkeh dan tembakau. Disini ada penjelasan proses pengolahan dari tembakau menjadi kretek, jenis - jenis tembakau dan cengkeh, di ruangan ini juga ada monitor pembelajaran (tapi gatau cara pakenya T.T) dan ada mesin buat bikin rokok model lama.
    Eh keasyikan crita, mau nyempilin info juga nihkalo kita juga kejebak hujan di Museum Bentoel. Mungkin pak satpamnya kasian sama kita jadi meskipun udah jam 4 sore belum ditutup karena menunggu kita sambil neduh. Makanya kita bisa puas jelajah museum tanpa ada orang lain selain kita.  Oke, sesi curhat selesai.
    Back to Museum. Nah masih di bangunan utama nih, ruang tengah dan belakang dipisahkan oleh sekat yang menceritakan tentang jaringan Bentoel serta ada sepeda ontel lama yang dipajang. Di balik sekat itu juga ada sepeda ontel lama juga. Di dinding ruang tengah (bukan yang di kamar lho)) ada foto brands dari Pabrik Bentoel.
    Sekarang kita kulik 2 ruangan di belaknag, hehe. Ruang sebelah kiri berisi semua bungkus brands dari pabrik Bentoel. Di sini juga ada monitor pembelajaran. Di tengah ruangan juga diletakkan bangku panjang untuk beristirahat. Nah bungkus brands itulah salah satu tempat foto yang instagramable meskipun udah mainstream. Meskipun mainstream yang penting udah pernah foto disana. Di ruangan seberang galeri CSR yan dilakukan pabrik Bentoel. FYI nih gaes, Bentoel telah banyak melakukan program penghijauan. Kebanyakan taman di malang didukung oleh pabrik Bentoel.
    Itulah perjalanan kita di bagian pertama museum. Bagian kedua seperti paviliun, hanya ada satu ruangan disana (sepertinya, karena aku dan temanku tidak bia masuk kesana karena museum akan ditutup dan hujan juga sudah mulai reda). Tapi sepertinya bagian itu berisi lukisan - lukisan yang dipajang di sana.  Yah, sudahlah kita cuma bisa sebentar, semoga kapan - kapan bisa main lagi kesana. Kalau menurut kalian wisata yang murah dan recommended di Malang buat aku apa ?
Semoga next trip bisa ke Surabaya. Aamiin.
    Beberapa spot foto.
Ini foto di Ruang Tamu. Lucu ya furniturenya.

Ininih yang ruang pemisah itu. Abaikan helm yang nyempil tidak pada tempatnya.
Ini di ruang tamu juga tapi di sisi yan lain.

Ruang galeri foto.

Ruang Galeri Cengkeh dan Tembakau.

Di sininih paling fav di deretan bungkus rokok.