Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
    Nama ini mungkin sudah tidak asing bagi masyarakat Malang. Salah satu kuliner khas dengan rasa pedasnya ini wajib banget kalian coba. Emang sih akhir akhir ini kuliner yang pedes pedes lagi hype gitu di Malang. Nah, sego sambel cak uut ini salah satunya. Bahkan kalo mau makan di tempat bisa antri tempat duduknya. Kebayangkan yaah.
     Lokasi Sego Sambel Cak Uut memang tidak dinjalan besar atau jalan utama. Tepatnya di Jalan Simpang Raya Langsep no 41, Pisang Candi, Sukun Malan. Kalian bisa ceki ceki di google maps juga. Nanti kalo audah di daerah situ bakal ada bapak bapak parkir yang sibuk menata kendaraan dan teriak teriak "yok parkir cak uut, sini aja. Parkir cak uut mbak". Tandanya kalian udah ga jauh dari tempatnya. Kalian ga akan menemukan rumah makan besar dengan berbagai perniknya. Dari depan rumah makan ini biasa aja seperti di sebuah garasi rumah pribadi. Tapi ramenya jangam di sangka sangka. Garasi tadi berfungsi sebagai tempat untuk pesan dan meja kasir. Serta dapur jalan ke dapur utama dan ada beberapa meja kursi. Kalian masuk aja dan walaaa, banyak gazebo gazebo penuh meja kursi dan beberapa tempat lesehan. Konsepnya seperti di pedesaan dengan musik gamelan. Westa kalian ga nyangka kalo lagi makan di kota.
     Rasa makanan di sini seperti makanan rumahan. Buat orang rantau yang rindu rumah, rindu masakan emak, datanglah ke sini. Meskipun rasa pedesnya nampol. Apalagi buat yang ga doyan pedes harus hati hati atau request aja yang ga pedes. Rasa masakannya itu berasa banget. Jadi bumbu bumbunya itu masih kerasa. Sedep gitu lah. Bukan masakan yang pelit bumbu dan pedesnya itu dari cabe bukan merica. Beberapa kuliner pedes di Malang hanya fokus pada rasa pedesnya tanpa mempertimbangkan cita rasa masakan aslinya.
     Untuk harga, aku bakal posting gambarnya juga di bawah. Krusial banget kan ya harga ini. Apalagi anak kos, harga adalah pertimbangan yang sangat penting. Sejujurnya, cukup mahal yah. Bisa buat 2 - 3 kali makan di warung kecil gitu. Tapi masih cukup terjangkau lah.
Buat kalian yang udah pernah makan di sego sambel cak uut, tulis di komen ya apa menu favorit kalian. See yaa di postingan selanjutnya~~

Daftar Harga di sini ya. Itu yang coretan tandanya sudah habis.

Menu sambel cumi yang aku pesan

Ini lokasinya.

Dalemnya dengan konsep pedesaan


    Siapa disini kubu pecinta Indomie ?
    Kalian penganut paham Indomie goreng atau Indomie kuah ?
    Kuah ataupun goreng tidak pernah salah karena selera itu subyektif. Jangan karena perbedaan paham Indomie kalian jadi bertengkar. Selama Indomie kita tetap satuuuu. Hidup Indomie ! eh.
Bukan rahasia lagi kalo banyak pecinta Indomie di negara ini. Apalagi kalo dimakan waktu hujan dengan telor dan sayurnyaa, ahhh nikmat manalagi yang engkau dustakan. Sayangnya makan Indomie itu tidak pernah seimbang kita masak setengah jam habisnya 15 menit. Tapi itu bukan apa apa. Bagaimana jika demi menikmati Indomie harus menunggu selama 2 JAM ??? mampus kau dikoyak - koyak waktu.

   Kalian mungkin sebagian besar ga akan percaya kalo ada sebuah tempat demi makan Indomie harus menunggu 2 Jam bahkan lebih. Kalian harus coba ke tempat ini. Namanya Mie Soden Lokasinya di Batu. Kalo kalian sedang berlibur ke Malang atau Batu sempatkan makan Indomie di sini. Kenapa ? Karena kalian akan merasakan sensasi berbeda dari sebuah Indomie. Tempat sedikit nyempil dan sederhana bangeeet. Tapi antrinya, beuhh menunggu 2 jam itu hal yang wajar. Biar kalian ga nyasar aku kasih directionnya yah, kita mulai dari alun - alun batu ajaya (kalo dari rumah kalian kelamaan). Oke, start point Alun - Alun Batu, di deket Alun - Alun Batu ada Masjid besar sebrang jalan catnya masih ijo, dari situ kalian lurus sampai lampu merah pertama, kemudian belok kiri lurus terus ikuti jalan sampai kalian ketemu ada plakat hotel selecta di kiri jalan. Yauda kalian belok kanan kira - kira 3 - 4 kilometer dari Alun - Alun. Kalian ikuti jalan terus, belok kiri dikit ada portal masuk wisata selecta ga jauh dari situ akan ada bapak parkir dan kendaraan parkir yang banyak. Sudah sampai. Tinggal jalan dikit kiri jalan, tempatnya sedikit turun. Nah, disitu nanti akan berjubel - jubel manusia.
    Kalian jangan berharap ketemu dengan depot mewah ya. Disini cukup warung sederhana. Tapi jangan liat luarnya ya. Don't Judge Book By It's Cover. Karena kalau kalian malam dikit datengnya, harus sabar menunggu hingga 2 jamm. Mie Soden ini mungkin sudah ga asing di telinga orang Malang dan sekitarnya. Mie Soden buka mulai jam 18.00 sampe tutup. Waktu aku kesini sampai sekitar pukul 19.00 an dan kita dapat nomor antrian 20. Sebenernya tuh kita nunggu harusnya lebih dari 2 jam tapi karena muka melas aku, eh bukan sih karena faktor keberuntungan atau mungkin kelompok kita itu paling rame jadi diduluin hehehe.
    Jujur aja ya, pertama kali kesini aku bertanya - tanya kok bisa sih lama banget padahal waktu ngintip dapurnya masaknya itu langsung porsi besar di wajan yang besar. Kalian kalo kesini intip aja cara masak chefnya. Jangan makan doang. Chefnya disini cuma satu. Weeh dengan pelanggan sebanyak itu, kereen. Tapi kita nunggu sampe membeku.
   Kalo kalian makan disini, pasti akan merasakan sensasi yang luar biasa. Jangan lupa bawa jaket ya, Batu dingin. Kalian juga pilih meja yang outdoor sambil melihat warna - warni lampu Kota Batu. Tenang banget, dengan suara percakapan orang - orang yang menunggu dan keheningan malam. Di sini ga cuma jualan mie kok, kalo kalian bosen nunggu selama 2 jam kalian bisa nyemil makanan ringan yang dijual disini.
   Soal harga kalian jangan khawatir, murmer laah. Padahal antriannya kek gitu. Harga Mienya cukup 5000 rupiah aja. Segelas teh hangat 2000 rupiah. Untuk susu dan kopi susu 3000an. Muraah kan. Setelah makan, jangan berlama - lama ya kasian yang antri banyak. Jadi, kalian wajib dan kudu dateng kesini. Buktikan kesabaran kalian demi sepiring Indomie.

Tahu isi yang kita pesan

Ini chefnya lagi masak



Lampu - Lampu Kota batu



Mie pesenan kita



Penuh dong kursinya


Selamat Makan !!!

 
     Halooo, ini adalah spesial postingan pada bapak penjual jadah ketan dan pembaca yang tersesat di blog ini. Mungkin sebagian dari kalian bertanya - tanya apa sih Sumberpucung itu, dimana tempatnya? Jadi Sumberpucung adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Malang dan merupakan kecamatan perbatasan dengan Blitar. Kalo menurutku Sumberpucung ini a quite place to living. Buat yang cari ketenangan berkunjung saja ke sini.
     Pada salah satu malam yang sunyi diributkan oleh keinginan hati untuk nyemil. Karena keinginan yang begitu besar dan mulut yang ga bisa diajak kompromi, aku dan mbak cindy memutuskan untuk mencari cemilan. Setelah berdiskusi kita memutuskan untuk membeli JANTAN, yaitu jadah dan ketan.
     Jajanan yang satu ini mudah ditemukan karena terletak di pinggir jalan raya Sumberpucung, diseberang kantor telkom Sumberpucung. Tempatnya bukan kedai sih, karena jajanan pinggir jalan jadi kita disuguhkan sensasi lesehan di perko alias emper toko dengan view kendaraan yang sliweran (berlalu lalang). Tapi tenang, meskipun dipinggir jalan tempatnya cukup rapi dan bersih kok.
     Menu yang ada di sini yaitu jadah bakar, jadah goreng, jadah original dan ketan. Ketannya memiliki beberapa varian topping seperti bubuk, keju, coklat, keju + susu, coklat + keju. Harganya juga cukup terjangkau. Untuk varian jadah harganya dari 1000 - 2000. Sedangkan ketan harganya 5000 - 6000. Muraaaah kan. Porsinya ? Jangan takut untuk ketannya banyak banget. Aku aja ga habis seporsi. Kalo favorit akusih yang coklat karena topping coklatnya dari coklat batangan bukan meises dan banyak banget. Selain itu ada tambahan parutan kelapa mudanya juga. Ga nyesel pokoknya
    Hmmm, sekilas jadi inget ketan di pos ketan yaa. Eeits tapi sewaktu berbincang bincang sama bapaknya beliau sama sekali ga ada pikiran untuk mengikuti jejak pos ketan. Beliau sebenarnya lebih mengutamakan menu jadahnya karena teman - teman kerja beliau kalau cari camilan jadah sampai di pohgajih (tempat di daerah Blitar). Ide yang tercetus itu disampaikan ke teman - temannya dan sangat di dukung. Begitulah sejarah singkat kedai ketan ini.
    Untuk varian jadah bakarnya diluar ekspektasiku sih. Aku pikir kan jadahnya itu di bakar di atas arang kayak sate gitu ternyata di goreng pake teflon gitu tanpa minyak. Tapi enak juga kok. Wahh, nulis gini jadi ngiler pingin makann.
    Kalau mau nyobain Jantan di sini jangan terlalu malam ya karena bisa tutup sewaktu waktu karena bapaknya sendiri berjualan Jantan ini sebagai sampingan. Biasanya paling malam itu jam 10.
    Sedikit spoiler foto di bawah yaa..
Proses pembakaran jadah. Makasi banget sama bapaknya udah mau direcokin.

FYI terima pesanan jugaa lohh.

List harganya. Cukup terjangau kan.

Ketan bubuk nih.


Disinih lokasinya.

Coklatnyaaa. syukaaa


            Berwisata ke Malang gak lengkap rasanya kalau belum beli oleh – oleh. Hmmm, sepertinya sih gak hanya berwisata di Malang, tapi setiap berkunjung ke suatu tempat oleh – oleh adalah hal wajib yang  gak bisa ditinggalkan. Selain update foto di sosial media oleh – oleh juga bisa menjadi sarana eksistensi di kalangan teman – teman. Hah kok bisa ? Jadi, begini ceritanya…. Kalau kita pulang berwisata dan menceritakan pengalaman kita ke keluarga atau teman terdekat supaya ikut merasakan sensasi berwisata kan enak sambil ngemil. Mau cerita pengalaman petik apel sampai di olah jadi makanan dan minuman di Malang sambil menyuguhkan keripik apel dan minuman sari apel kan lebih enaaak dan teman bicara juga bisa merasakan keseruan liburan kita. Sebelum semakin melantur marilah topik ini kita kembalikan pada pencarian oleh – oleh… hehe.
            Kalian suka sebel ga sih ketika belanja oleh – oleh tapi di toko yang kalian temui cuma itu – itu aja, pilihannya gak banyak. Misal nih mau beli jajanan khas Malang yang super berbagai jenis tapi di kios yang kalian temui hanya menjual dua atau tiga macam sedangkan waktu kalian terbatas. Mau cari kios yang lain takut ga cukup waktu. Mau beli yang ada di situ gak  lengkap. Disitu saya merasa ingin berkata jahat.
            Tapi kalau kalian ke Malang jangan khawatir ada tempat yang aku mau rekomendasikan ke kalian yaitu Toko Pia Cap mangkok. Looh disitu emang jualan oleh – oleh khas Malang ? Dari namanya aja sepertinya cuma jualan pia. Eiiiits jangan berburuk sangka dulu wahai pembaca budiman yang nyasar ke blog saya. Awalnya aku juga nyangka di sana cuman jualan pia, soalnya apa yang di jual gak keliatan dari depan karena terhalang pintu kaca, hehe. Yahhh mahasiswa setengah rantau sih ga pernah masuk kesitu, takut salah masuk wkwkwk. Karena kejadian tak terduga akhirnya bisa masuk kesana dan terbitlah review ini (meskipun telat berminggu – minggu karena sibuk dilanda produksi. huft)
            Lokasi dari Pia Cap Mangkok ini di Jalan Semeru. Tempatnya di seberang jalan raya jadi gak sulit untuk di temukan. Ada logonya Pia Cap Mangkok Istimewa di depan tokonya, itulo yang bulet terus ada tulisan cina mungkin ya di dalemnya. Kalau kesini juga ga perlu bingung karena di zaman now ini sudah ada gojek sebagai penolong di tempat baru. Tapi kan ga selamanya kuota kita penuh dan gak di semua tempat sinyal hp kita lancar. Maka dari itu kita bisa memanfaatkan angkutan umum yang ada di Malang. Angkot yang melewati Jalan Semeru adalah AL, AT, ADL dan GL/HL (sumber : https://mediacenter.malangkota.go.id).
            Pertama masuk ke toko ini tuh nyaman dan tenang gitu. Mungkin karena di dominasi oleh warna cokelat. Di sudut jalan masuk ada es potong Singapore dan es dawet ayu segar, es dawetnya bisa diminum di tempat atau di bawa pulang. Di sebelahnya ada kursi yang nyaman, bisa buat nikmatin es dawet, duduk – duduk setelah belanja atau cuman nungguin orang belanja aja. Tempatnya tepat di depan kasir. Masuk lagi dikit disitulah semua oleh – oleh bersemayam. Surga wisata oleh – oleh jajanan. Semua jajanan khas berjajar rapi di etalase dan meja. Rasanya mereka manggil – manggil pengen di masukin keranjang.
            Kalau menurutku disini tuh kayak one stop shopping. Semua olahan khas Malang ada di sini. Dari keripik tempe, berbagai jenis keripik buah, pia, malang strudel, wingko, permen, jajanan tradisional, dan yang pasti olahan pia cap mangkok yang terkenal (aku sempilin foto harganya di bawah yaa), pokoknya semua olahan makanan dan minuman khas Malang ada di sini. Kopi Dampit juga ada disini jadi gaperlu jauh – jauh ke dampit buat beli bubuk kopinya. Bahkan, di sudut belakang ada bagian khusus yang menjual souvenir dari pakaian, kain, tas, bantal, gelang, kalung, segala macam souvenir ada deh. Tinggal angkut ke keranjang.
            Setiap tempat pasti ada kelebihan dan kekurangan. Ini masih menurut pendapatku pribadi sesuai pengalaman yang kemaren. Di sini aku ngerasain susah sinyal internet pake kartu indos*t, karena aku kesana dalam rangka berburu titipan sodara jadi susah mau ngehubungin mereka. FYI, kan aku ke sini berdua, dia juga pake kartu yang sama dan sama – sama gak ada sinyal. Mungkin ini adalah sebuah pertanda bahwa kita harus khusyuk dalam berbelanja (halah). Kekurangan yang kedua yaitu harganya cukup mahal. Ehh tapi mahal dan murah itu relatif kan yaa, kalau aku pribadi cukup mahal nih buat kantong mahasiswa. Tapi karena waktu itu titipan, yaaa biarin lah yaa. Overall, tempat ini recommended buat yang mau cari oleh – oleh di Malang.

            Seperti biasa, foto – fotonya aku sempilin di bawah yaa. Selamat berbelanjaaa dan semoga artikel ini membantu. 

daftar harga pia mangkok bulan februari 2018

pastrynyaa

apple strudel neeh

ada wingko juga loh

kerupuk kerupuk

ada makanan khas daerah lain juga

jangan bingung, pilihannya banyak

souvenir corner

souvenirnya cantik cantik ya

ngopii woyy ngopiiii

jajanan tradisional juga ada loh

apa yang ga ada cobak ?

pengen masukin ke keranjang deeh

dipilih dipilih

ada aneka esnya juga

tempat tunggunya nyaman ya

ada es potong singapore dan es dawet ayu juga loo


daftar titipan belanjaan kemaren

    Yosssh,, haloo semua semua pembaca, kalau travelling ke suatu tempat apa sih yang jadi tujuan utama kalian selain tempat wisatanya ? Belanja atau Kulineran ? Kalau aku nih, paling doyan sama kulineran selain hobby makan menurutku makanan yang khas dan unik dari suatu tempat itu bikin nambah kesan dari suatu tempat. Selain itu, cita rasa setiap daerah juga berbeda - beda. Sebenernya ini sih bukan pengalaman saat travelling di suatu tempat karena Malang - Batu itu lumayan deket lah. Jadi dari dulu aku pingin banget nyobain salah satu jajanan di Batu yang udah melegenda yaitu ketan di Pos Ketan Legenda 1967. Meskipun sudah sering ke Batu tapi belum pernah dapet kesempatan buat icip jajanan yang satu ini.
    Nah karena saat itu hari ujian jadi pulang cepet dan ujian buat besok itu praktek yang sudah selesai 2 minggu sebelumnya dan take home yang sudah selesai juga (lagi jadi anak rajin ceritanya). Alhasil siang udah di kosan dan ga ada kerjaan apa - apa. Liat drama korea udah finish. Tiduran terus kok pusing. Hmmm, bosen kan. Dari Luar anak - anak merencanakan mau ke Batu buat jalan - jalan, yakali mereka mau triple date, kan gaenak mau ikut (naseb jombs, tapi bukan jones ya), akhirnya aku putuskan segera mandi dan perge ke sekretariat UKM SINEDEK, (Unit Kegiatan Mahasiswa Sineas Merdeka) kapan - kapan aku ceritain ukm sinedek.
    Untungnya di UKM banyak anak dan ga merasa kesepian. Tapi karena ini bulan produksi jadi beberapa mau rapat khususnya tim promosi, wah ditinggal rapat lagi, karena aku bukan di tim ini. Kesepian lagi. Ketika buka hp dapat chat dari Tata dia bilang mau kesini, mayanlah jadi pengobat sepi. Singkat cerita Tata dateng dan karena sama - sama ga tau mau ngapain kita memutuskan untuk ke Pos Ketan Legenda 1967 di Batu.
    Pos Ketan Legenda sendiri udah punya beberapa cabang, pertama yang paling deket kalau dari Malang di Jalan Pattimura, Batu. Daripada ke alun - alun mending disini lebih deket. Waktu itu aku sama Tata udah terlibat diskusi mau makan di sini apa yang di deket alun - alun. Kata Tata disini aja, oke berbeloklah kita ke sana udah hampir sampai tempat parkir sama bapak parkirnya udah di teriakin juga, mendadak Tata bilang kalau di sana sepi dan kita bermanuver 180 derajat ke arah jalan raya menuju alun - alun. Beneran deh salah satu pengalaman yang cukup memalukan. Betapa jahatnya kita, sambil menyesali perbuatan konyol dan jahat itu di jalan. Sampailah kita di alun - alun Batu. Setelah parkir sepeda motor berjalanlah kita ke Pos Ketan Legenda 1967. Karena tempat kita parkir dan lokasinya lumayan jauh, kita parkir di deket jalan masuk kemudian melanjutkan ke kedainya dengan jalan kaki.
    Seperti yang sudah kuduga kedai kecil ini penuh orang huhu. Kita dapat antrian 197. Kita bagi tugas, Tata yang antri dan aku yang cari meja. Hmmm susahnya cari meja, sampe ke toko sebrang, dan ternyata ga boleh. Kita muter lagi, ngawasin pengunjung, beruntungnya di salah satu meja ada yang keluar. Yipiii ternyata ga perlu menunggu terlalu lama ketan sudah tersaji di meja. Aku pesan Ketan coklat keju seharga 9000 rupiah aja dan Tata pesan ketan black and white dengan harga yang sama, kalo ketan black and white isinya ketan, tape ketan sama susu gitu. Kalo aku kurang suka sama varian ini soalnya tapenya itu asem, aku lebih suka tape ketan yang manis. Untuk harga disini bersahabat sama kantong mahasiswa. Yang main ke Batu jangan lupa mampir sini yaa. See you on next story. Sedikit foto aku sempilin di bawah ya.

antrian 197 wkwkwk


sumpaaah nagih banget ini.