Perjalanan adalah kegiatan bepergian meninggalkan tempat kediaman untuk mengunjungi obyek wisata dan atau bukan obyek wisata dengan menginap di akomodasi komersial, dan atau lebih besar atau sama dengan 24 jam, dan atau jarak perjalanannya lebih besar atau sama dengan 100 km dengan atau tanpa menggunakan alat angkutan, secara perorangan (sendiri) ataupun berkelompok (rombongan). (glosarium)
    Ditanggal 10-11 Maret kemarin, aku telah melakukan sebuah perjalanan. Perjalanan rohani yang sekaligus membuatku berdialog dengan diri sendiri. Mungkin sudah terlalu lama aku tidak mendengarkan aku. Aku terlalu sibuk dengan urusan dan alasan sehingga menghindari aku. Sampai pada akhirnya, aku jatuh pada titik merindukan aku sampai serindu - rindunya. Dan, rindu itu perlu temu, perlu bincang antara aku dan aku. 
    Hetdahhh, prolognya kepanjangan skip aja yak buat yang males baca, wkwkwk. Tapi, cerita dibawah jangan di skip yaaa. Jadi mari kita mulai kisahnya. Ehmmm,,,,,
   Siapa sih yang ga kenal Surabaya, ibukota provinsi Jawa Timur dan kota terbesar di Jawa Timur. Mungkin buat orang luar daerah wajar sih hanya tau melalui internet atau pelajaran - pelajaran di sekolah. Sebagai salah satu penduduk Jawa Timur kok kurang afdol gitu ya belum tau dan jalan - jalan di Surabaya. Rasanya bagaikan sayur tanpa garam, hambar. Akusih bukannya ga pernah hanya saja kalau ke Surabaya cuman lewat doang, kan gaenak menikmati suasana Surabaya dari balik kaca mobil. Akhirnya dihari libur yang mepet, ku agendakan semi solo treveling ke Surabaya.
   Aku berangkat ke Surabaya dari stasiun Malang Kota. Tapi, pesan tiket di stasiun Sumberpucung karena ketika sabtu - minggu selalu terjadi pelonjakan penumpang, jadi kalau gak buru - buru pesan bisa ga dapet tempat duduk dan parahnya ga dapet tiket kereta. Malang - Surabaya ga deket ko, sekitar 3 jam kalau berdiri terus kan lumayan capek, hehe. Sekedar info buat yang belum pernah naik kereta nih, kalau mau memesan tiket bisa dilakukan H-7 sebelum keberangkatan (K.A lokal ni) dan jangan lupa mengisi formulir pemesanan disertai info kartu identitas juga. Bisa berupa KTP, SIM atau KK. Untuk anak kecil bisa pakai KK untuk pemesanan. Kalau gamau pesan, ada tiket go show yang bisa dibeli 2 jam sebelum keberangkatan tanpa isi formulir dan tanpa isi kartu identitas. Tapi kita gatau ketersediaan kursi di kereta. Itusih salah satu kekurangan beli tiket go show.
    Sambil menunggu hari sabtu aku browsing dulu tempat - tempat yang mau aku datengi di Surabaya serta mempelajari rutenya. Aku ga terlalu bisa baca peta soalnya hehe. Setelah buka berbagai situs web, tanya sana sini akhirnya tersusun sudah rute lokasi wisata yang akan dikunjungi. Di hari pertama ada tiga tempat yang ingin aku datengi. Pertama Monumen dan Museum Pahlawan Nasional, kemudian ke masjid Cheng Ho sekalian solat zuhur lalu ke Kenjeran Park sambil menikmati lontong balap. Di hari kedua aku mau ke hutan bambu dan hutan mangrove. Dua destinasi aja sih, soalnya diburu waktu naik kereta lagi, lagian liburan ga boleh terlalu capek. Nanti ga akan maksimal menyambut rutinitas di hari senin.
    Akhirnya, hari yang di tunggu sudah tiba. Hari sabtu dengan kereta penatara jam 07.07 pagi siap meluncur ke Surabaya. Persiapan udah dilakukan dari subuh, mulai dari mandi, sarapan dan lain sebagainya. Do'anya jangan lupa ya supaya perjalanan lancar.
    Kita harus ingat quotes lama manusia merencanakan, Tuhan menentukan. Jadi kita hanya sebatas merencanakan dan berdoa yang terbaik, sisanya adalah kehendak Tuhan. Intinya, pagi - pagi sebelum ke stasiun harus senam jantung dulu. Kenapaaaa ? karena berangkat ke stasiunnya kan dianter temenku dan waktu kita yang cukup mepet dengan kondisi jalan Malang yang seperti itu. Tapi gapapa, aku berusaha santai, ingat Tuhan menentukan. Syukurnya, sampai stasiun itu pukul 07.04 jadi masih ada waktu lah ya buat boarding pass meskipun dengan sedikit berlari kecil sampe temen yang ngaterin buru - buru aku tingga. Maaf Alfaa.
   Sesudah boarding pass kita bisa menuju kereta api, untung di jalur 1 jadi gausa lewat terowongan bawah tanah. Cari tempat duduk sesuai tiket daaaaan mennggu sebentar hehe. Oke, 07.10 kereta berangkat. Surabaya, aku teko. Dan tiba - tiba teringat Alfa, segera kukirim w.a untuk berpamitan dan permintaan maaf serta ucapan terima kasih.
   Perjalanan kita mulai, cukup penuh sih dalam kereta. Sesuai dugaanku wkwkwk. untung beli tiket di awal minggu. Perjalanan ini cukup lama sekitar 2 jam 40 menit. Bosenlah pasti kalo diem aja, kupasang headset dan putar lagu. Musik memang bisa menghilangkan kebosanan di kereta.Tapi, naik kereta ini fungsinya juga bukan buat perjalanan saja jadi kubuka notesku dan mulai mencari - cari imajinasi di sudut - sudut sawah, bangunan, hiruk pikuk manusia, suara suara dan apapun itu.
   Tujuan pertama adalah Monumen Pahlawan Nasional, jadi kita harus turun di Stasiun Kota atau Stasiun Pasar Turi supaya lebih dekat. Dari stasiun kita cukup berjalan kaki ke sana. Stasiun ini merupakan pemberhentian terakhir kereta penataran. Gak khawatir kebablasan deh. Aku cukup suka stasiun ini selain karena luas, bangunannya juga masih mempertahankan arsitektur lama hanya ada perubaha sedikit saja (kayaknya semua stasiun kayak gini deh). Keluar dari stasiun, kita akan disambut bapak bapak becak dan mereka akan menawari harga termurah untuk ke tujuan. Kemarin sih aku ditawari 10.000 ke monumen pahlawan, tapi karena aku mau "jalan - jalan" jadi kutolak secara halus. 
   Keluar dari stasiun juga ada dua pintu gerbang keluar (mulai bingung deh, buka google maps tambah bingung) yang lurus tepat di jalan pintu keluar langsung berhadapan sama jalan raya dan di kiri setelah jalan keluar. Akusih ambil yang di depan mataku aja, alhasil bengong doang sebelah pager sambil liat hp. Mau ke kanan atau ke kiri. Kuhayati lagi google mapsku, masak belum - belum  langsung nyasar. Dan setelah penghayatan tadi, aku harus ke arah kiri stasiun. Tandanya karena ada jembatan di kiri (di google maps ada gambar sungainya). Kumantapkan hati untuk berjalan ke arah kiri.
   First impression sampai di Surabaya, Kota yang ramai, jalannya lebar banget, rapi, tua (karena banyak bangunan tua) dan panas pastinya. Menurut google maps lagi nih aku harus jalan terus dan belok sedikit ke kiri kemudian menemukan perempatan lalu belok kanan lurus lagi. Oke, aku ingat, taruh hp dalam tas dan jalan sambil menikmati suasana Surabaya. 
   Jalan lurus, kemudian belok kiri dan disinilah perempatan besar itu. Ada 4 mbak - mbak yang mau nyebrang kayaknya sih kesusahan karena kendaraan yang lewat. Aku memutuskan untuk ambil jalan sebelum belokan dan nyebrang dari situ untuk memudahkan. Lalu tinggal lurus aja. 4 orang tadi masih menyebrang lurus, sedangkan aku belok kanan. Hmmm, waktu jalan aku baru sadar kalo trotoar Surabaya itu keren. Tapi entah kenapa aku sedikit ada keraguan ya. Kubuka lagi google maps dan ternyata aku salah belok wkwkwk. Sempat mau menyerah dan panggil ojol, tapi masak gini aja nyerah. Kuhayati lagi google mapsnya. Jadi seharusnya di perempatan tadi aku lurus bukan belok. Balik lagi deh. 
   Surabaya mulai terasa panas huhuhu. Ujung tugu pahlawan mulai keliatan berarti tujuan pertama sudah hampir sampai. Dannn jeng - jeng, Monumen Pahlawan di sebelah mata, tinggal cari pintu masuknya. Di trotoar sekitar Monumen Pahlawan ada kursi - kursi buat duduk, mau duduk tapi nanti dulu ajadeh. Di salah satu kursi, ada mbak - mbak yang tadi jalan di depanku, ketika melewati mereka ada yang berbicara "Loh, iku lek kseng mau se" (Loh, itu kan yang tadi). Aku dalam hati "iya mba iya, aku yang salah jalan di belakang mba tadi".
    Perempatan besar lagi, tapi kalo yang ini sudah tau harus kemana, kan tugunya di sebelah mata, tinggal belok kiri sudah sampai di Tugu Pahlawan Nasional. Karena jalan kaki aku ga tau tempat parkirnya. Tapi sepertinya sih disebelah kiri gedung. Untuk tarif parkir kendaraan aku  juga ga tau. Di sepanjang pagar depan yang menutupi tugu, kita akan disambut pahatan - pahatan yang menceritakan tentang perjuang arek - arek Suroboyo melawan penjajah. Di bagian depan ada patung Soekarno - Hatta yang berdiri kokoh. Di sebrang luarnya ada tugu berwarna merah api, aku lupa namanya apa. 
   Masuk ke dalam ada tugu yang tinggi menjulang di seberang lapangan, area ini berbentuk persegi panjang (miniaturnya ada di museum). Area ini dikitari oleh taman. Di taman ini ada patung pahlawan dan gubernur surabaya serta ada kendaraan yang dipakai bung tomo. Taman ini cukup menyejukkan karena banyak pohon - pohon, jadi lebih asik buat duduk - duduk setelah berjalan. Tempatnya juga bersih.
   Setelah cukup istirahat, saatnya ke museum sebelum di tutup. Cukup dengan membayar 5000 rupiah kita bisa menikmati museum. Museum ini terdiri dari dua lantai dan dibagi menjadi 12 zona. Lantai pertama lokasinya ada dibawah. Bentuk museum ini juga unik banget, tingkatnya itu ke bawah. Jadi untuk ke lantai satunya kita akan menuruni tangga. Tangganya juga keren menurutku. Tangga tanpa tangga (nahlo). Di jalan masuk juga ada ukiran besar kondisi perjuangan zaman dulu. Merinding banget liatnya. Untuk kemerdekaan yang kita rasakan sekarang banyak hal yang harus dikorbankan. Di langit - langitnya juga ada piramida terbalik yang ada foto sejarah disetiap sisinya.
    Di sini adalah zona 1, ada kids corner dan ada lorong yang ditempeli foto disepanjang sisinya. Berjalan terus kita ada di ruang luar yang cukup luas, disebelah kanan menempel di dinding terdapat plakat nama tokoh pahlawan nasional. Kalau lorong depan adalah arah jalan keluar, disisi kiri adalah jalan masuk museum. Dipertengahan ada miniatur denah lokasi museum.
    Terpisah dari jalan tadi yang dihubugkan oleh zona 1 adalah bangunan  utama museum. Di museum ini kita akan disambut oleh patung hitam yaitu patung gugur bunga. Di sisi kiri museum ini ada tourish guidenya. Wakti aku ke sini suasananya sedang ramai. Banyak anak seusia SMA sepertinya sedang mengerjakan tugas sejarah dengan membuat video. Selain itu juga banyak pengunjung umum. 
    Di lantai 1 ini mengkisahkan Surabaya di masa proklamasi dan pasca proklamasi. Ada pakaian tentara pada masa itu yang dipamerkan di sini. Selain itu ada radio yang bila ditekan tombolnya akan memperdengarkan pidato bung tomo untuk membakar semangat arek - arek Suroboyo pada masa itu. Di lantai ini juga ada pintu ajaib, bukan pintu Doraemon ya. Pintu ajaib disini adalah pintu menuju ruangan diorama statis.
     Pemutaran diorama statis ini hanya dilakukan di jam jam tertentu. Karena aku datengnya di hari sabtu dan ga tau apa akan diputar atau ngga. Mending tanya ke tourish information-nya. Kata mbaknya yang ada di sana, diorama statis bisa diputar minimal kalau ada 20 orang. Nah karena aku dateng sendirian jadi mbaknya bilang nanti kalau sudah ada 20 orang akan diputarkan. Okelaah, gini amat ya nasib solo traveler. Tapi masih banyak kok tempat lain yang bisa diexplore.
      Saatnya ke lantai dua. 
      Di lantai dua banyak dipamerkan senjata yang digunakan saat masa peperangan. Tidak hanya itu perlengkapan medis dan diorama dinamis masa penjajahan. Waktu lagi asyik-asyiknya menikmati diorami dinamis, dari belakang pundakku ditepuk oleh seseorang dan waktu kutoleh ternyata mbak guide tour tadi. "Mba, daritadi saya cari-cari" kata mbaknya ke aku. "Ada apa mbak ?" (Jeng jeng, nahlo da pa ne). "Itu mbak mau ngasih tau kalau diorama statisnya baru saja diputar. Mbak bisa langsung ke lantai 1" kata mbaknya. Duuuh terharu gakseeh, mbaknya rela muter-muter nyari aku. Langsungdeh aku ke lantai 1 dan tak lupa bilang terimakasih ke mbaknya. 
      Uhuuu, kalau dari suaranya emang udah diputer. Lewat pintu mana (pintunya ada dua). Oke pake perasaan aja aku buka pintu yang tadi aku liat pertama. Daaan, keren banget. Mirip mini bioskop gitu, ada lcdnya juga dan miniatur kota Surabaya. Jadi ada bayangan tank, pesawat, kapal kereen pokoknya. Sayangnya aku nikmatin sambil berdiri, karena dateng terakhir dan gamau ganggu orang. Tapi gapapalah, ga sia sia ke sini. Setelah sepuluh menitan, pertunjukan ini berakhir.
     Waktu keluar aku bilang makasih lagi ke mbaknya. Bener - bener ga nyangka gitu bisa sebaik itu. Akhirnya kita berbincang-bincang sedikit, tak lupa di momen ini minta tolong fotoin ke mbaknya, hehehe. Karena belum selesai menikmati lantai 2, jadi balik lagi ke atas.
      Saat mengamati senjata, tiba - tiba ada 2 orang menghampiri dan bertanya "Mbak boleh minta foto ?" Kata salah satu orang itu. Karena sedikit terkejut aku kira orangnya minta tolong motoin dia, aku jawab iya eh ternyata minta foto bareng. Dengan sedikit heran aku berfoto sama orangnya. Dan temen satunya pun ikutan. Setelah mereka mengucapkan terimakasih dan aku bilang sama sama, aku langsung turun. Ngapain gitu, dikira turis nyasar mungkin, wkwkwk.
    Waktu sudah semakin siang, aku keluar saja dari museum. Sambil berjalan keluar, tiba - tiba aku berfikir bagaimana enaknya zaman kita sekarang. Kita bisa hidup tenang tanpa khawatir musuh menyerang. Tanah ini merdeka diiringi banjir darah, keringat dan air mata. Merdeka ini juga tidak diperoleh dengan waktu yang singkat. Terlalu banyak pengorbanan untuk kemerdekaan yang kita rasakan. Sementara kita, masih terlalu sering merajuk dan mengutuk. Kalau dulu perjuangan dengan mengangkat senjata, sekarang perjuangan dengan mengangkat pena. Duhh jadi melankolis giniii.
     Pas dipintu keluar, jesss langsung terpapar matahari Surabaya di jam 12 siang. Gilaaaaa panas bettt. Gerah banget. Meleleh adeek. Yah, seperti ini sensasinya Surabaya 😂. Duduk dulu, minum dulu, nikmatin gerah dan panasnya Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan selanjutnya.
     Cek Google maps dulu, liat rute jalan ke Pasar Turi. Salah satu pasar yang besar di Surabaya. Kalau dari Google maps sih ga jauh dari sekitar sini. Oke sepertinya aku sudah dapat jalannya. Letss goooo....
Mau tau kan gimana serunya keliling Pasar Turi dan muter-muterin ojol di Surabaya. Tungguin next post yaaaa.

   


Keterangan relief
Relief di dinding depan

Monumen Tugu, maap ye case ngelupas di pojokan

Tamannya asik buat ngadem

Ini mobil yang dipake Bung Tomo

Baca itu gaes prasastinya

Ininih museumnya

Denah museum

Tiket masuknya, kalo masuk disobek, jd foto sebelum masuk

Lucu ya jalan masuknya

Wanita juga berjuang kok

Nama nama tokoh pejuang

Miniatur kompleks taman Tugu

Pintu masuk Museum

Baju jaman dulu

Jadwal diorama elektris

Jadi penyambut nih

Wisata sambil edukasi

Mau ditembak yang mana ?

Keren deh museumnya

Kumpulan foto

Ini ceritanya dapur umum

Diorama statis

nampang dikit ya,, kalau ketemu di jalan disapa ya xD

pintu keluar

sampai jumpa pahlawan

Bentuk museumnya anti mainstream kan ?

Yang gratis yang gratis

Tinggi menjulang

Ini yang aku lupa tugu apa

See you pak, semoga kami isa mengemban amanah

     Halooo, ini adalah spesial postingan pada bapak penjual jadah ketan dan pembaca yang tersesat di blog ini. Mungkin sebagian dari kalian bertanya - tanya apa sih Sumberpucung itu, dimana tempatnya? Jadi Sumberpucung adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Malang dan merupakan kecamatan perbatasan dengan Blitar. Kalo menurutku Sumberpucung ini a quite place to living. Buat yang cari ketenangan berkunjung saja ke sini.
     Pada salah satu malam yang sunyi diributkan oleh keinginan hati untuk nyemil. Karena keinginan yang begitu besar dan mulut yang ga bisa diajak kompromi, aku dan mbak cindy memutuskan untuk mencari cemilan. Setelah berdiskusi kita memutuskan untuk membeli JANTAN, yaitu jadah dan ketan.
     Jajanan yang satu ini mudah ditemukan karena terletak di pinggir jalan raya Sumberpucung, diseberang kantor telkom Sumberpucung. Tempatnya bukan kedai sih, karena jajanan pinggir jalan jadi kita disuguhkan sensasi lesehan di perko alias emper toko dengan view kendaraan yang sliweran (berlalu lalang). Tapi tenang, meskipun dipinggir jalan tempatnya cukup rapi dan bersih kok.
     Menu yang ada di sini yaitu jadah bakar, jadah goreng, jadah original dan ketan. Ketannya memiliki beberapa varian topping seperti bubuk, keju, coklat, keju + susu, coklat + keju. Harganya juga cukup terjangkau. Untuk varian jadah harganya dari 1000 - 2000. Sedangkan ketan harganya 5000 - 6000. Muraaaah kan. Porsinya ? Jangan takut untuk ketannya banyak banget. Aku aja ga habis seporsi. Kalo favorit akusih yang coklat karena topping coklatnya dari coklat batangan bukan meises dan banyak banget. Selain itu ada tambahan parutan kelapa mudanya juga. Ga nyesel pokoknya
    Hmmm, sekilas jadi inget ketan di pos ketan yaa. Eeits tapi sewaktu berbincang bincang sama bapaknya beliau sama sekali ga ada pikiran untuk mengikuti jejak pos ketan. Beliau sebenarnya lebih mengutamakan menu jadahnya karena teman - teman kerja beliau kalau cari camilan jadah sampai di pohgajih (tempat di daerah Blitar). Ide yang tercetus itu disampaikan ke teman - temannya dan sangat di dukung. Begitulah sejarah singkat kedai ketan ini.
    Untuk varian jadah bakarnya diluar ekspektasiku sih. Aku pikir kan jadahnya itu di bakar di atas arang kayak sate gitu ternyata di goreng pake teflon gitu tanpa minyak. Tapi enak juga kok. Wahh, nulis gini jadi ngiler pingin makann.
    Kalau mau nyobain Jantan di sini jangan terlalu malam ya karena bisa tutup sewaktu waktu karena bapaknya sendiri berjualan Jantan ini sebagai sampingan. Biasanya paling malam itu jam 10.
    Sedikit spoiler foto di bawah yaa..
Proses pembakaran jadah. Makasi banget sama bapaknya udah mau direcokin.

FYI terima pesanan jugaa lohh.

List harganya. Cukup terjangau kan.

Ketan bubuk nih.


Disinih lokasinya.

Coklatnyaaa. syukaaa


            Berwisata ke Malang gak lengkap rasanya kalau belum beli oleh – oleh. Hmmm, sepertinya sih gak hanya berwisata di Malang, tapi setiap berkunjung ke suatu tempat oleh – oleh adalah hal wajib yang  gak bisa ditinggalkan. Selain update foto di sosial media oleh – oleh juga bisa menjadi sarana eksistensi di kalangan teman – teman. Hah kok bisa ? Jadi, begini ceritanya…. Kalau kita pulang berwisata dan menceritakan pengalaman kita ke keluarga atau teman terdekat supaya ikut merasakan sensasi berwisata kan enak sambil ngemil. Mau cerita pengalaman petik apel sampai di olah jadi makanan dan minuman di Malang sambil menyuguhkan keripik apel dan minuman sari apel kan lebih enaaak dan teman bicara juga bisa merasakan keseruan liburan kita. Sebelum semakin melantur marilah topik ini kita kembalikan pada pencarian oleh – oleh… hehe.
            Kalian suka sebel ga sih ketika belanja oleh – oleh tapi di toko yang kalian temui cuma itu – itu aja, pilihannya gak banyak. Misal nih mau beli jajanan khas Malang yang super berbagai jenis tapi di kios yang kalian temui hanya menjual dua atau tiga macam sedangkan waktu kalian terbatas. Mau cari kios yang lain takut ga cukup waktu. Mau beli yang ada di situ gak  lengkap. Disitu saya merasa ingin berkata jahat.
            Tapi kalau kalian ke Malang jangan khawatir ada tempat yang aku mau rekomendasikan ke kalian yaitu Toko Pia Cap mangkok. Looh disitu emang jualan oleh – oleh khas Malang ? Dari namanya aja sepertinya cuma jualan pia. Eiiiits jangan berburuk sangka dulu wahai pembaca budiman yang nyasar ke blog saya. Awalnya aku juga nyangka di sana cuman jualan pia, soalnya apa yang di jual gak keliatan dari depan karena terhalang pintu kaca, hehe. Yahhh mahasiswa setengah rantau sih ga pernah masuk kesitu, takut salah masuk wkwkwk. Karena kejadian tak terduga akhirnya bisa masuk kesana dan terbitlah review ini (meskipun telat berminggu – minggu karena sibuk dilanda produksi. huft)
            Lokasi dari Pia Cap Mangkok ini di Jalan Semeru. Tempatnya di seberang jalan raya jadi gak sulit untuk di temukan. Ada logonya Pia Cap Mangkok Istimewa di depan tokonya, itulo yang bulet terus ada tulisan cina mungkin ya di dalemnya. Kalau kesini juga ga perlu bingung karena di zaman now ini sudah ada gojek sebagai penolong di tempat baru. Tapi kan ga selamanya kuota kita penuh dan gak di semua tempat sinyal hp kita lancar. Maka dari itu kita bisa memanfaatkan angkutan umum yang ada di Malang. Angkot yang melewati Jalan Semeru adalah AL, AT, ADL dan GL/HL (sumber : https://mediacenter.malangkota.go.id).
            Pertama masuk ke toko ini tuh nyaman dan tenang gitu. Mungkin karena di dominasi oleh warna cokelat. Di sudut jalan masuk ada es potong Singapore dan es dawet ayu segar, es dawetnya bisa diminum di tempat atau di bawa pulang. Di sebelahnya ada kursi yang nyaman, bisa buat nikmatin es dawet, duduk – duduk setelah belanja atau cuman nungguin orang belanja aja. Tempatnya tepat di depan kasir. Masuk lagi dikit disitulah semua oleh – oleh bersemayam. Surga wisata oleh – oleh jajanan. Semua jajanan khas berjajar rapi di etalase dan meja. Rasanya mereka manggil – manggil pengen di masukin keranjang.
            Kalau menurutku disini tuh kayak one stop shopping. Semua olahan khas Malang ada di sini. Dari keripik tempe, berbagai jenis keripik buah, pia, malang strudel, wingko, permen, jajanan tradisional, dan yang pasti olahan pia cap mangkok yang terkenal (aku sempilin foto harganya di bawah yaa), pokoknya semua olahan makanan dan minuman khas Malang ada di sini. Kopi Dampit juga ada disini jadi gaperlu jauh – jauh ke dampit buat beli bubuk kopinya. Bahkan, di sudut belakang ada bagian khusus yang menjual souvenir dari pakaian, kain, tas, bantal, gelang, kalung, segala macam souvenir ada deh. Tinggal angkut ke keranjang.
            Setiap tempat pasti ada kelebihan dan kekurangan. Ini masih menurut pendapatku pribadi sesuai pengalaman yang kemaren. Di sini aku ngerasain susah sinyal internet pake kartu indos*t, karena aku kesana dalam rangka berburu titipan sodara jadi susah mau ngehubungin mereka. FYI, kan aku ke sini berdua, dia juga pake kartu yang sama dan sama – sama gak ada sinyal. Mungkin ini adalah sebuah pertanda bahwa kita harus khusyuk dalam berbelanja (halah). Kekurangan yang kedua yaitu harganya cukup mahal. Ehh tapi mahal dan murah itu relatif kan yaa, kalau aku pribadi cukup mahal nih buat kantong mahasiswa. Tapi karena waktu itu titipan, yaaa biarin lah yaa. Overall, tempat ini recommended buat yang mau cari oleh – oleh di Malang.

            Seperti biasa, foto – fotonya aku sempilin di bawah yaa. Selamat berbelanjaaa dan semoga artikel ini membantu. 

daftar harga pia mangkok bulan februari 2018

pastrynyaa

apple strudel neeh

ada wingko juga loh

kerupuk kerupuk

ada makanan khas daerah lain juga

jangan bingung, pilihannya banyak

souvenir corner

souvenirnya cantik cantik ya

ngopii woyy ngopiiii

jajanan tradisional juga ada loh

apa yang ga ada cobak ?

pengen masukin ke keranjang deeh

dipilih dipilih

ada aneka esnya juga

tempat tunggunya nyaman ya

ada es potong singapore dan es dawet ayu juga loo


daftar titipan belanjaan kemaren

    Yosssh,, haloo semua semua pembaca, kalau travelling ke suatu tempat apa sih yang jadi tujuan utama kalian selain tempat wisatanya ? Belanja atau Kulineran ? Kalau aku nih, paling doyan sama kulineran selain hobby makan menurutku makanan yang khas dan unik dari suatu tempat itu bikin nambah kesan dari suatu tempat. Selain itu, cita rasa setiap daerah juga berbeda - beda. Sebenernya ini sih bukan pengalaman saat travelling di suatu tempat karena Malang - Batu itu lumayan deket lah. Jadi dari dulu aku pingin banget nyobain salah satu jajanan di Batu yang udah melegenda yaitu ketan di Pos Ketan Legenda 1967. Meskipun sudah sering ke Batu tapi belum pernah dapet kesempatan buat icip jajanan yang satu ini.
    Nah karena saat itu hari ujian jadi pulang cepet dan ujian buat besok itu praktek yang sudah selesai 2 minggu sebelumnya dan take home yang sudah selesai juga (lagi jadi anak rajin ceritanya). Alhasil siang udah di kosan dan ga ada kerjaan apa - apa. Liat drama korea udah finish. Tiduran terus kok pusing. Hmmm, bosen kan. Dari Luar anak - anak merencanakan mau ke Batu buat jalan - jalan, yakali mereka mau triple date, kan gaenak mau ikut (naseb jombs, tapi bukan jones ya), akhirnya aku putuskan segera mandi dan perge ke sekretariat UKM SINEDEK, (Unit Kegiatan Mahasiswa Sineas Merdeka) kapan - kapan aku ceritain ukm sinedek.
    Untungnya di UKM banyak anak dan ga merasa kesepian. Tapi karena ini bulan produksi jadi beberapa mau rapat khususnya tim promosi, wah ditinggal rapat lagi, karena aku bukan di tim ini. Kesepian lagi. Ketika buka hp dapat chat dari Tata dia bilang mau kesini, mayanlah jadi pengobat sepi. Singkat cerita Tata dateng dan karena sama - sama ga tau mau ngapain kita memutuskan untuk ke Pos Ketan Legenda 1967 di Batu.
    Pos Ketan Legenda sendiri udah punya beberapa cabang, pertama yang paling deket kalau dari Malang di Jalan Pattimura, Batu. Daripada ke alun - alun mending disini lebih deket. Waktu itu aku sama Tata udah terlibat diskusi mau makan di sini apa yang di deket alun - alun. Kata Tata disini aja, oke berbeloklah kita ke sana udah hampir sampai tempat parkir sama bapak parkirnya udah di teriakin juga, mendadak Tata bilang kalau di sana sepi dan kita bermanuver 180 derajat ke arah jalan raya menuju alun - alun. Beneran deh salah satu pengalaman yang cukup memalukan. Betapa jahatnya kita, sambil menyesali perbuatan konyol dan jahat itu di jalan. Sampailah kita di alun - alun Batu. Setelah parkir sepeda motor berjalanlah kita ke Pos Ketan Legenda 1967. Karena tempat kita parkir dan lokasinya lumayan jauh, kita parkir di deket jalan masuk kemudian melanjutkan ke kedainya dengan jalan kaki.
    Seperti yang sudah kuduga kedai kecil ini penuh orang huhu. Kita dapat antrian 197. Kita bagi tugas, Tata yang antri dan aku yang cari meja. Hmmm susahnya cari meja, sampe ke toko sebrang, dan ternyata ga boleh. Kita muter lagi, ngawasin pengunjung, beruntungnya di salah satu meja ada yang keluar. Yipiii ternyata ga perlu menunggu terlalu lama ketan sudah tersaji di meja. Aku pesan Ketan coklat keju seharga 9000 rupiah aja dan Tata pesan ketan black and white dengan harga yang sama, kalo ketan black and white isinya ketan, tape ketan sama susu gitu. Kalo aku kurang suka sama varian ini soalnya tapenya itu asem, aku lebih suka tape ketan yang manis. Untuk harga disini bersahabat sama kantong mahasiswa. Yang main ke Batu jangan lupa mampir sini yaa. See you on next story. Sedikit foto aku sempilin di bawah ya.

antrian 197 wkwkwk


sumpaaah nagih banget ini.